Korupsi e-KTP, membalas Pranowo Bantah Terima USD 520 Ribu | Cerita Hidup Kita Cerita Hidup Kita Korupsi e-KTP, membalas Pranowo Bantah Terima USD 520 Ribu - Cerita Hidup Kita

Korupsi e-KTP, membalas Pranowo Bantah Terima USD 520 Ribu

Korupsi e-KTP, membalas Pranowo Bantah Terima USD 520 Ribu

Jakarta - Gubernur Jawa juga mengganjar Pranowo membantah menemukan uang USD 520 ribu tergantung mega proyek e-KTP. tuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi diawal mulanyamenyebutkan mengganjar ikut mengantongi uang ketika bersila yang merupakan wakil sang presiden gaji II DPR.

Korupsi e-KTP, membalas Pranowo Bantah Terima USD 520 Ribu

"Tidak meraih( USD 520 ribu)," kata mengganjar disaat dikonfirmasi, Kamis (9/3/2017).

Ganjar berulang mengaku tak memahami Andi Agustinus alias Andi Narogong. dirinya baru tahu nama Andi Narogong sesudah diperiksa yang merupakan saksi di KPK.

"Nggak (kenal Andi Narogong). aku ditanya ketika jadi saksi dimintai telaah Komisi Pemberantasan Korupsi, serupa pertanyaanmu itu. diberi fotonya malah, kenal lain yg namanya Andi Narogong. Baru tahu menjadi saksi itu," tuturnya.

"Di dakwaan itu mengganjar diberi USD 520 ribu oleh si A di ruang ini. menjadi gini, angka itu ada nggak dinamakan di dakwaan. mengganjar mengidap sekian yg nganter ini, di ruang ini. hanya angkanya kan, sumbernya kita nggak tahu," imbuh membalas.

Dia menerka-nerka kenapa namanya mampu ikut terseret dalam tebakan korupsi e-KTP yg membebankan moneter negara Rupiah 2,3 triliun.

"Spekulasinya sepertinya dapat menjadi membalas itu mampu data. bila ada bagi-bagi membalas sanggup bekal, hanya ini nggak nyampe ke membalas. yg ke-2 mampu menjadi mengganjar memang lahmengidap tapi aku mesti membantah kini dikarenakan aku tak meraih. yg ke3 ya memang lah mengganjar nggak anu, nggak diberi, nggak nerima," sebutnya.

Ganjar dinamakan dalam laporan dakwaan menemukan duit waktu menjabat Wakil pemerintah upah II DPR. Awalnya membalas menyertakan pembicaraan dengar pernyataan (RDP) di ruangan pekerjaanakibat II untuk Mei 2010.

Saat itu, Irman secara Dirjen Dukcapil menyelidiki pembangunan system kabar manajemen Kependudukan (SIAK) dan imbalan No. Induk Kependudukan (NIK) dengan cara nasional.

Realisasi imbalan duit itu dulu dilakukan di ruangan tugas Mustoko Weni seputar September-Oktober 2010. waktu itu, mengganjar dinamakan menggondol USD 500 ribu sebagai Wakil sang pemimpin gajiII DPR biar ikut mempermudah pakta budget proyek e-KTP di uang lelah II DPR.

"Ganjar Pranowo sebagai Wakil orang nomor 1 ganjaran II DPR RI sebanyak USD 500 ribu," ujar beskal KPK.

Kemudian, membalas masih dinamakan terserang duit lebih kurang Agustus 2012. duit itu permulaan asal Direktur mutlak PT Quadra Solution, Anang S Sudiharjo, yg di sampaikan ke Miryam S Haryani.

"Empat orang pimpinan risiko II DPR, yg terdiri bermula Chaeruman Harahap, membalas Pranowo, Teguh Juwarno, dan Taufik Effendi, jalan berlawanan jumlahnya USD 25 ribu," sebut tuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi

Subscribe to receive free email updates:

LifeRiyanto.com