Teknik Pencahayaan Dan Hukum Timbal Balik Cahaya Pada Fotografi | Cerita Hidup Kita Cerita Hidup Kita Teknik Pencahayaan Dan Hukum Timbal Balik Cahaya Pada Fotografi - Cerita Hidup Kita

Teknik Pencahayaan Dan Hukum Timbal Balik Cahaya Pada Fotografi

HUKUM TIMBAL BALIK PENCAHAYAAN

Exposure bukaan

Hukum timbal balik pencahayaan berbunyi, terang gelap gambar yang terbentuk berbanding lurus dengan intesitas cahaya dan durasinya. Untuk nilai ISO yang tetap, exposure adalah keseimbangan antara shutter speed (durasi) dan itensitas cahaya (bukaan lensa).

jika kita mengubah salah salah satu nilai dari bukaan, shutter speed atau ISO maka nilai lain harus berubah untuk menyeimbangkan. jika tidak, maka foto kita akan berubah gelap terangnya. kalau kita memakai mode otomatis atau semi otomatis, kamera akan otomatis menyeimbangkannya untuk kita, tapi apabila kita memakai mode manual, maka kita harus menyeimbangkannya sendiri.

contohnya, exposure optimal adalah f/5.6 dan 1/30 detik. jika kita mengubah bukaan menjadi f/8 maka shutter speed yang cocok menjadi 1/15 detik.

MENGENALIKAN EXPOSURE SAAT MEMEGANG KAMERA DENGAN TANGAN

Saat menggunakan mode manual, biasanya saya akan mulai dengan menentukan ISO. nilainya tergantung dari kondisi cahaya lingkungan yang ada. di luar ruangan yang terang, saya menggunakan ISO rendah (100-200), saat kondisi cahaya mulai redup di sore hari mendung saya akan menggunakan sekitar 800-1600. jika pencahayaan sangat kurang, misalnya cahaya lilin, maka ISO 3200-64000 akan digunakan.

Selanjutnya, saya akan mengatur bukaan lensa. ukuran bukaan lensa juga tergantung kondisi pencahayaan dan juga ruang tajam yang ingin saya capai. contohnya, jika cahaya lingkungan gelap dan/atau saya ingin membuat latar belakang blur, maka bukaan yang saya pakai adalah bukaan yang besar (misalnya f/2.8). sebaliknya jika saya ingin semuanya tajam dari subjek foto dan latar belakang, maka bukaan kecil f/8 yang akan saya pakai.

ISO Scale

shutter speed biasanya saya sesuaikan dengan lightmeter. saya akan memutar kenop sampai jarum lightermeter berada di titik nol. jika shutter speed terlalu lambat sehingga hasil foto tidak tajam/ goyang, maka saya akan menaikkan ISO untuk mendapatkan shutter speed yang lebih cepat.

TIP MENGENDALIKAN EXPOSURE SAAT MEMAKAI TRIPOD

Jika memakai tripod, berapapun shutter speed yang digunakan tidak akan kabur asal subjek tidak bergerak. misalnya, memotret pemandangan. maka itu, saya akan menggunakan ISO yang rendah, seperti ISO 100, lalu memakai bukaan yang cukup kecil seperti f/8 supaya semuanya tajam. selanjutnya saya tinggal mencari nilai shutter speed yang sesuai supaya lightmeter jauh di titik nol. jika terang-gelapnya tidak sesuai dengan keinginan, kita bisa mengubah shutter speed sampai terang-gelap yang pas didapatkan.

Related Keyword : teknik pencahayaan dalam fotografi, teknik pencahayaan fotografi outdoor, jenis pencahayaan dalam fotografi, teknik pencahayaan fotografi indoor, teknik pencahayaan dan tata letak lampu, pengertian pencahayaan dalam fotografi, teknik lighting studio, pengertian lighting dalam fotografi

Subscribe to receive free email updates:

LifeRiyanto.com