Cerita Hidup Kita: Juli 2017 Cerita Hidup Kita Juli 2017
Mengetahui Teknologi Digital Pada Lensa Lensa Kamera DSLR

Mengetahui Teknologi Digital Pada Lensa Lensa Kamera DSLR

Teknologi IS
Sejak lima tahun yang lalu, teknologi image stabilization (peredam getar) mulai dikembangkan dan diikutsertakan dalam lensa. Teknologi ini sangat membantu terutama untuk mencegah foto menjadi kabur saat mengunakan shutter speed rendah akibat kamera bergoyang.

Teknologi ini cukup berguna, terutama untuk lensa telefoto, tapi teknologi ini juga membuat lensa menjadi lebih mahal dan sedikit lebih berat. Meski bersifat seperti pengganti tripod, tapi teknologi ini masih cukup jauh dalam menggantikan fungsi tripod.

Teknologi auto-focus
Teknologi auto-focus lensa juga semakin berkembang. Dahulu auto- focus, terutama untuk lensa zoom lambat, tidak akurat dan menimbulkan bunyi yang mengganggu saat diaktifkan, namun sekarang lensa auto- focus menjadi lebih cepat, akurat, dan tidak bersuara.

Lensa di era fotografi digital - tidak semua lensa sama
Pada era sebelum kamera DSLR, lensa dirancang khusus untuk memuat film berformat 35mm//u// frame. Tapi di era kamera DSLR, banyak yang memiliki sensor gambar lebih kecil dari ukuran film kamera 35mm. Maka dari itu, banyak produsen lensa yang membuat lensa berdiameter lebih kecil untuk menghemat ongkos produksi dan menekan harga jual.

Salah satu Contoh lensa EF-S Canon 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM
Lensa-lensa yang berukuran lebih kecil ini mempunyai harga lebih murah, tapi tidak cocok digunakan untuk kamera bersensor full-frame atau kamera film analog. Tapi, lensa kamera analog atau full-frame bisa dipakai di kamera DSLR yang bersensor lebih kecil. Hal ini karena diameter lensa yang besar mampu menutupi semua bagian sensor gambar atau film.

Maka dari itu, jika Anda berencana untuk mengunakan kamera full- frame atau kamera film berdampingan dengan kamera digital, lebih bijak memilih lensa yang cocok.


Selain perbedaan ukuran diameter lensa, lensa-lensa modern untuk DSLR banyak yang tidak memiliki cincin untuk mengatur bukaan, sehingga pengaturan bukaan harus dilakukan melalui kamera digital.
Read More
Mengenal Sifat Lensa Standart Lensa berkarakter Jarak Fokus 50mm

Mengenal Sifat Lensa Standart Lensa berkarakter Jarak Fokus 50mm


Karakter lensa berjarak fokus 50mm adalah bebas dari distorsi seperti pada lensa lebar atau telefoto. Maka dari itu, sering saya sebut 'lensa jujur' karena apa yang dilihat seperti apa yang ada di foto.

Untuk keperluan foto makro atau close-up, lensa 50mm tidak begitu baik karena rasio perbesaran hanya .15. Tapi ada juga lensa 50mm yang memiliki fitur makro, sehingga rasio perbesarannya mencapai .5. Contohnya adalah lensa Canon 50mm f/2.5 Macro. Atau alternatif lain adalah mengunakan reversal ring atau extension tube.

Karena konstruksi lensa standar yang jarak fokusnya tunggal tidak serumit lensa zoom, maka lensa ini tidak seberat dan sebesar lensa zoom. Akibatnya lebih enak dibawa ke mana saja tanpa memberatkan kita.

Penggunaan lensa standar

Meski tidak bisa zoom, lensa standar cocok untuk berbagai fotografi contohnya portrait manusia, karena bukaan maksimumnya yang besar, maka mudah membuat latar belakang menjadi 'kabur'. Jarak fokus 50mm juga cukup baik untuk portrait di dalam dan di luar ruangan

Foto Dalam Ruangan Dengan Lensa Standart
Foto aksi teater yang diambil dengan lensa standar. Hasil foto dengan lensa standar menyerupai pandangan mata manusia

Lensa standar juga cocok untuk merekam kehidupan jalanan sehari- hari, foto jurnalisme, dan fotografi acara. Hal ini karena lensa standar tidak begitu lebar, sehingga orang-orang tidak begitu memperhatikan saat Anda merekam foto.

Foto Basket Dalam Ruangan
Motret basket di samping lapangan dengan lensa 50mm dipasang di kamera bersensor APS-C, Canon EOS 40D, ISO 800, f/2.5,1/500 detik.
Karena bukaannya yang biasanya besar, lensa standar juga baik digunakan di kondisi cahaya yang gelap, seperti acara pernikahaan, di dalam cafe/ restoran. Karena kedalaman ruangnya tipis, dalam mengunakan lensa standar dengan bukaan besar, diperlukan auto fokus yang akurat.

Meski cocok untuk banyak jenis fotografi, lensa standar kurang cocok untuk fotografi olahraga di luar ruangan dan satwa liar, karena jarak fokus 40-60mm masih terlalu pendek. Namun untuk foto olahraga indoor— seperti bola basket atau bulu tangkis—, lensa standar merupakan favorit saya, terutama karena bukaannya yang besar dan auto fokus-nya yang bekerja dengan cepat.


Terakhir, lensa 50mm cocok untuk pemula untuk belajar, karena lensa ini memaksa pemakainya untuk bergerak mencari komposisi dan sudut pandang yang terbaik.
Read More
LifeRiyanto.com